Apa Itu Skin Barrier?
Skin barrier atau stratum korneum adalah lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai tameng pelindung. Secara fisiologis, skin barrier melibatkan interaksi kompleks antara sifat fisik, kimia, dan imunologis untuk menjaga kelembapan di dalam sel kulit sekaligus menghalangi masuknya patogen, alergen, dan iritan dari lingkungan luar.[1]
Kerusakan pada lapisan ini biasanya terjadi akibat hilangnya lipid esensial (seperti Ceramide) atau gangguan pada pH alami kulit. Ketika fungsi proteksi ini terganggu, kulit kehilangan kemampuan untuk mempertahankan hidrasi, yang pada akhirnya memicu berbagai masalah dermatologis.[2]
Baca juga: Ruam Merah Pada Kulit: Penyebab, Cara Mengatasi, Rekomendasi Salep
Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak
Berikut adalah 7 tanda skin barrier rusak atau sedang dalam kondisi tidak optimal:
1. Kulit Terasa Kering dan Ketat
Meskipun Anda telah menggunakan pelembap atau moisturizer, kulit tetap terasa kering dan "tertarik," terutama setelah mencuci muka. Ini terjadi karena hilangnya kemampuan kulit untuk mengikat air secara efektif.[2]
2. Kemerahan dan Mudah Iritasi
Skin barrier yang sehat mampu menangkal iritan. Jika pelindung ini menipis, faktor eksternal akan lebih mudah menembus lapisan kulit yang lebih dalam, menyebabkan peradangan dan kemerahan yang persisten.[1]
3. Tekstur Kasar atau Mengelupas
Kurangnya hidrasi dan terganggunya proses regenerasi sel menyebabkan kulit kehilangan kelembutannya. Anda mungkin akan melihat bercak kering atau kulit yang bersisik halus di area tertentu.
4. Kulit Mudah Berjerawat atau Meradang
Ketika fungsi pertahanan fisik dan imunologis melemah, bakteri pemicu jerawat lebih mudah berkembang biak. Hal ini sering kali menyebabkan siklus jerawat yang sulit sembuh atau munculnya bintil-bintil kecil akibat iritasi.[1]
5. Kulit Terlihat Kusam dan Tidak Sehat
Tanpa lapisan lipid yang utuh, kulit tidak dapat memantulkan cahaya dengan baik. Hasilnya, wajah tampak kehilangan kemilau alaminya dan terlihat lelah atau kusam.
6. Sensasi Perih Saat Menggunakan Skincare
Pernahkah Anda merasa perih atau stinging saat mengaplikasikan produk yang biasanya aman digunakan? Ini adalah tanda skin barrier rusak atau sedang terkompromi, sehingga kulit menjadi hipersensitif terhadap bahan aktif apa pun.[2]
7. Produk Skincare Tidak Lagi Efektif
Jika produk perawatan kulit rutin Anda seolah "berhenti bekerja" atau justru memperburuk kondisi kulit, itu tandanya kulit Anda membutuhkan pemulihan skin barrier sebelum dapat menerima bahan aktif kembali.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Skin Barrier Rusak?
Memperbaiki skin barrier memerlukan pendekatan yang lembut dan fokus pada hidrasi serta perbaikan sel. Berikut adalah hal yang harus dilakukan dan hal yang harus dihindari ketika skin barrier rusak.
Hal yang Harus Dilakukan
-
Gunakan pelembap kaya kandungan reparatif: Gunakan produk seperti La Roche-Posay Cicaplast Baume B5+ yang mengandung Madecassoside (ekstrak Centella asiatica) dan Panthenol untuk mempercepat pemulihan kulit.
-
Gunakan cleanser lembut: Pilih sabun cuci muka untuk kulit sensitif yang lembut dan bebas sulfat agar tidak mengikis minyak alami kulit.
-
Cari bahan aktif menenangkan: Prioritaskan produk dengan kandungan Centella asiatica, Niacinamide, Ceramide, atau Panthenol yang dikenal efektif menenangkan kulit.
-
Gunakan sunscreen setiap pagi: Lindungi kulit yang sedang sensitif dari paparan sinar UV yang dapat memperlambat proses pemulihan. Gunakan sunscreen untuk kulit sensitif untuk perlindungan yang lebih aman.
Baca juga: 13 Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Aman, Kata Ahli Kulit!
Hal yang Harus Dihindari
-
Hentikan eksfoliasi sementara: Hindari penggunaan AHA, BHA, atau Retinol sampai kulit benar-benar pulih.
-
Hindari bahan iritan: Jauhi produk dengan kadar alkohol tinggi, pewangi (fragrance), atau asam kuat.
-
Hindari alat fisik: Stop penggunaan scrub fisik atau sikat wajah yang dapat menyebabkan luka mikroskopis pada kulit.
-
Jangan overcleansing: Mencuci wajah cukup 2 kali sehari agar kelembapan alami tidak hilang.
Baca juga: Cara Cuci Muka yang Benar Menurut Ahli Kulit, Hindari Kesalahan Ini!
Cek Kondisi Skin Barrier dengan Spotscan+
Mengetahui kondisi kulit secara akurat adalah langkah awal perawatan yang tepat. La Roche-Posay menghadirkan Spotscan+, sebuah inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama para dermatolog dunia untuk menganalisis kondisi kulit Anda secara virtual.
Dengan Spotscan+, Anda bisa mendapatkan analisis mendalam mengenai tingkat kesehatan kulit, termasuk tanda-tanda kerusakan barrier atau kecenderungan jerawat, hanya melalui foto selfie. Fitur ini juga memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan kulit Anda saat ini.
Cara menggunakan Spotscan+:
-
Kunjungi situs resmi La Roche-Posay Indonesia.
-
Akses fitur Spotscan+ melalui perangkat smartphone Anda.
-
Ambil tiga foto wajah (depan, profil kanan, dan profil kiri).
-
AI akan menganalisis kondisi jerawat, komedo, dan bekas jerawat Anda.
-
Anda akan mendapatkan rekomendasi rutinitas perawatan kulit yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan kulit Anda secara gratis.
Siap memperbaiki kesehatan kulit Anda? Coba Spotscan+ sekarang dan temukan produk La Roche-Posay di Official Store La Roche-Posay Indonesia di berbagai marketplace ternama maupun drugstore terdekat.
Sumber:
[1] Baker, P., Huang, C., Radi, R., Moll, S. B., Jules, E., & Arbiser, J. L. (2023). Skin Barrier Function: The Interplay of Physical, Chemical, and Immunologic Properties. Cells, 12(23), 2745. https://www.mdpi.com/2073-4409/12/23/2745
[2] Del Rosso, J. Q., & Kircik, L. (2025). Skin 101: Understanding the Fundamentals of Skin Barrier Physiology-Why is This Important for Clinicians?. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 18(2), 7–15. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40078856/