MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG MICROBIOME DAN MANFAATNYA BAGI KULIT

Article Read Duration 4 menit membaca

Akhir-akhir ini, mungkin Anda sering medengar istilah microbiome –dalam bahasa Indonesia disebut dengan mikrobiom–  dalam pembahasan mengenai perawatan kulit. Istilah ini memang terdengar asing. Bisa jadi Anda bingung, jika mikrobiom merupakan sesuatu yang penting, mengapa pembahasan tentang hal ini tidak ada di pelajaran Biologi saat Anda sekolah dulu.

Faktanya, proyek raksasa tingkat global yang mengungkap kompleksitas mikroorganisme di tubuh manusia, Human Microbiome Project, baru berlangsung pada tahun 2007-2016. Dari proyek penelitian ini, ditemukan bahwa ada lebih dari 500 spesies mikroorganisme berbeda yang hidup bersama di kulit saja. Memiliki begitu banyak manfaat kesehatan, mikrobiom dianggap seperti kulit kedua yang baru ditemukan!

Uniknya Microbiome Seseorang, Mirip Seperti Sidik Jari

Apa itu microbiome? Secara umum, mikrobiom merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam dan di permukaan tubuh manusia, bisa berupa jamur, bakteri, dan virus. Jumlah mikroorganisme yang ada di tubuh manusia mencapai puluhan triliun. 

Setiap orang memiliki komposisi microbiome yang unik. Pengaruh terhadap komposisi ini dimulai sejak lahir saat bayi menyerap bakteri dari vagina ibunya, lalu komposisinya berubah-ubah karena dipengaruhi oleh jenis kelamin, makanan, lingkungan, dan penyakit yang diderita. Komposisinya bisa tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu lama, tapi bisa juga berubah dalam waktu cepat. Itulah mengapa banyak ilmuwan yang menyebut mikrobiom sebagai “genom ke-2”, karena setiap orang memiliki komposisi yang berbeda. 

Ada beberapa tempat di tubuh yang menjadi ekosistem mikrobiom, yaitu kulit, mulut, esofagus, perut, usus besar, dan vagina. Walau disebut kebanyakan terdapat di usus besar, tapi tempat berkumpul mikroorganisme paling banyak di tubuh bisa berbeda pada setiap orang. 

Kondisi yang mempengaruhi ekosistem microbiome adalah disbiosis (gangguan keseimbangan jumlah dan kualitas mikroorganisme) dan kejadian yang tidak diharapkan terjadi di lingkungan-lingkungan mikrobiom. Beberapa penyakit juga diprediksi dapat mempengaruhi ekosistem mikrobiom, seperti penyakit radang usus dan diabetes, tapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Ekosistem Microbiome di Permukaan Kulit 

Mikrobiom dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu pencernaan, menjaga sistem imunitas tubuh berfungsi normal, memberi perlindungan terhadap bakteria buruk, serta memproduksi beberapa vitamin yang dibutuhkan tubuh. 

Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh manusia. Dengan berat lebih dari 5 kg, kulit membentuk semacam interaksi antara bagian dalam tubuh dengan lingkungan dan memiliki peran penting sebagai pelindung dalam bentuk lapisan penghalang (skin barrier). Kondisi ini membuat kulit menjadi sangat rentan mengalami masalah. 

Microbiome di permukaan kulit menjadi bagian dari lapisan penghalang kulit yang melindungi kulit dari agresor lingkungan. Karena itu, mikrobiom ikut berperan dalam fungsi lapisan penghalang kulit berikut ini:

  • Melawan infeksi. Beberapa jenis mikroorganisme di permukaan kulit dapat berfungsi sebagai antibiotik alami. Selain itu, mereka juga membantu menjaga kadar pH kulit tetap asam, kondisi yang tidak disukai oleh kuman penyebab infeksi. 
  • Membantu fungsi sistem imunitas tubuh. Sebagai bagian dari lapisan terdepan, mikroorganisme di kulit akan memberi peringatan kepada sistem imunitas tubuh jika ada bakteri dan kuman berbahaya yang menyerang dari lingkungan. Walau prosesnya masih belum diketahui, tapi ekosistem mikrobiom di kulit juga berperan dalam cara sel-sel kulit merespon paparan sinar UV dari lingkungan agar tidak terjadi kerusakan.
  • Membantu penyembuhan luka dan mengontrol peradangan di kulit. Fungsi ini masih berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dari mikrobiom untuk memberi sinyal ke sistem imunitas tubuh, sehingga masalah-masalah ini bisa langsung dikontrol dan diatasi agar tidak memburuk. 
  • Membantu melindungi kulit yang sensitif. Kemampuan mikroorganisme untuk membantu mengontrol peradangan di kulit ini sangat bermanfaat bagi kulit yang sensitif. Ini membuat orang-orang yang memiliki kulit sensitif –saat ini jumlahnya mencapai 62 persen!– mempertimbangkan untuk menjaga lingkungan mikrobioma di kulit agar spesies mikroorganisme bisa semakin beragam dan jumlahnya bertambah.

Dampak Terganggunya Ekosistem Microbiome di Kulit 

Pengaruh kehidupan modern membuat lingkungan mikrobiom di kulit terganggu dan keragaman mikroorganisme yang terdapat di permukaan kulit menjadi berkurang. Terganggunya mikrobiom sering dikaitkan dengan rusaknya lapisan penghalang dan fungsinya tidak optimal. Ini membuat kulit menjadi kering dan tanda-tanda penuaan bermunculan.   

Beberapa hal yang berpotensi mempengaruhi eksosistem mikrobiom di kulit adalah:

  • Produksi minyak yang berlebih di kulit, misalnya akibat perubahan hormon pada masa remaja.
  • Paparan sinar UV, terutama UVB yang dapat membunuh bakteri.
  • Konsumsi alkohol berlebihan karena dapat melemahkan mikroorganisme.
  • Pola makan yang tidak sehat sehingga tubuh kurang asupan nutrisi yang penting bagi mikroorganisme di ekosistem mikrobiom.
  • Cara merawat kulit wajah yang tidak tepat, misalnya mencuci wajah terlalu sering.
  • Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai jenis kulit.
  • Konsumsi obat-obatan.

Saat ekosistem mikrobiom di kulit terganggu dan mengalami disbiosis, maka berbagai masalah kulit dapat muncul. Masalah utama adalah terganggunya fungsi lapisan penghalang kulit, membuat kulit menjadi lebih sensitif dan agresor dari lingkungan dapat menyerang kulit dengan mudah. Masalah-masalah kulit lainnya yang sering dikaitkan dengan terganggunya kondisi ekosistem mikrobiom adalah infeksi dan peradangan di kulit seperti jerawat, eksim, dermatitis seboroik, psoriasis, dan rosacea.

Menjaga Kondisi Kulit dengan Microbiome Skincare 

Masih butuh penelitian lebih lanjut tentang berbagai faktor-faktor yang dapat mengganggu ekosistem mikrobiom dan dampak gangguan tersebut bagi kulit. Namun tak ada salahnya jika Anda mengambil langkah-langkah yang dapat mencegahnya.

Pada dasarnya, menjaga kondisi kulit wajah tetap terhidrasi, lembap, dan sehat sudah ikut membuat kumpulan mikroorganisme baik yang hidup di permukaannya bahagia dan berkembang biak dengan pesat. Karena itu, jagalah kondisi kulit wajah Anda dengan melakukan rutinitas perawatan kulit wajah pada pagi dan malam hari, dengan menggunakan produk-produk yang sesuai dengan jenis kulit. 

Anda bisa mewujudkannya dengan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang merawat mikrobiom, misalnya yang mengandung prebiotik, yaitu “makanan” untuk bakteri baik. Salah satu produk perawatan kulit microbiome adalah produk thermal spring water yang mengandung prebiotik sehingga lingkungan mikrobiom di kulit wajah Anda kembali dalam kondisi ideal. 

Lengkapi perawatan ini dengan menerapkan gaya hidup sehat dengan membiasakan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, mengonsumsi air putih yang cukup, serta berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Anda juga bisa menggunakan La Roche-Posay EFFACLAR DUO+M yang proses pembuatannya menggunakan microbiome science. La Roche-Posay EFFACLAR DUO+M dapat memudarkan noda jerawat dalam 12 jam dan juga mengurangi timbulnya jerawat.  Dengan terjaganya ekosistem microbiome di kulit, maka manfaatnya bagi kulit akan Anda dapatkan dengan optimal.

 

BENAR
ATAU SALAH

GULA BISA
MEMPERBURUK JERAWAT.

BENAR

Berbagai penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa makanan dengan Indeks Glikemik tinggi - yang menyebabkan melonjaknya gula darah - bisa memperburuk jerawat.  Kami tahu ini lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan, namun untuk menjaga kulit Anda tetap indah, jauhkan diri Anda dari menyantap kudapan manis, minuman mengandung gula, dan hidangan yang terbuat dari tepung putih, dan sebaliknya memakan makanan berserat tinggi seperti yang terbuat dari biji-bijian dan kacang-kacangan utuh.
Pelajari Selengkapnya

MEMENCET JERAWAT
BERDAMPAK BURUK BAGI ANDA.

BENAR

Meskipun tampaknya merupakan cara cepat untuk mengatasi jerawat, memencet jerawat sebenarnya akan memperburuk keadaan kulit Anda yang rentan berjerawat karena bisa merusak folikel rambut yang telah terinfeksi dan meningkatkan peradangan. Anda bahkan dapat mengakibatkan infeksi baru dari kuku jari.Jadi, memencet jerawat adalah kebiasaan buruk dan harus dihindari!
Pelajari Selengkapnya

COKELAT TIDAK BAIK
<strong> BAGI KULIT YANG RENTAN BERJERAWAT.</strong>

SALAH

Tidak ada bukti yang kuat bahwa cokelat memiliki efek apa pun pada jerawat, meskipun hal ini akan berbeda pada tiap orang, sehingga jerawat mungkin muncul pada beberapa orang. Cokelat hitam atau dark chocolate sebenarnya mengandung bahan antioksidan yang baik untuk kulit Anda!
Pelajari Selengkapnya

MAKANAN BERMINYAK
<strong> BERARTI KULIT BERMINYAK.</strong>

SALAH

Mitos umum tentang jerawat adalah bahwa lemak yang Anda konsumsi bisa membuat pori-pori Anda terlihat lebih berminyak, tapi tidak ada hubungan langsung di antara keduanya. Walaupun demikian, pola makan yang kaya lemak tidak jenuh dapat meningkatkan peradangan mikro di seluruh organ tubuh, termasuk di kulit.  Singkatnya, daging berlemak dan kentang goreng tidak akan menyebabkan jerawat, namun menyantapnya secara tidak berlebihan adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Pelajari Selengkapnya

KOMITMEN
KEAMANAN KAMI

Standar keamanan yang melampaui peraturan kosmetik internasional.

laroche posay safety commitment product allergy tested model close up

100% PRODUCTS
ALLERGY TESTED

Lihat Selengkapnya
Satu Prasyarat = Allergy Tested
Jika terdeteksi satu kasus, kami akan kembali ke lab dan melakukan formulasi ulang
laroche posay safety commitment essential active dose product head

HANYA BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN,
DENGAN <strong>KADAR BAHAN</strong> YANG TEPAT

Lihat Selengkapnya
Produk kami dikembangkan bersama dengan ahli dermatologi dan toksikologi, dan hanya mengandung bahan-bahan yang diperlukan, dengan kadar bahan yang tepat.
laroche posay safety commitment sensitive skin model baby

TERUJI
PADA KULIT YANG PALING SENSITIF
 

Lihat Selengkapnya
Produk kami telah diuji pada konsumen dengan kulit yang sensitif: kulit reaktif, alergi, rentan jerawat, rentan tampak memerah, terasa pedih maupun panas, kering, atau terasa gatal, rusak, atau rapuh akibat pengobatan kanker.
laroche posay safety commitment formula protection product head

PERLINDUNGAN FORMULA
DARI WAKTU KE WAKTU

Lihat Selengkapnya
Kami memilih kemasan dengan perlindungan maksimal yang hanya menggunakan bahan pengawet seperlunya, untuk selalu mengedepankan keamanan dan kualitas produk.