Ciri-Ciri Kanker Kulit
Kanker kulit sering kali muncul sebagai perubahan pada kulit yang tidak biasa. Tanda-tandanya dapat bervariasi, namun beberapa ciri yang umum terjadi yaitu:
-
Benjolan baru pada kulit. Muncul benjolan yang terus tumbuh, bisa berwarna putih, merah, atau merah muda. Teksturnya kadang terasa lunak saat disentuh.
-
Bercak yang berubah atau tidak sembuh-sembuh. Kulit bisa memunculkan bercak kasar, bersisik, atau tampak menonjol. Ada juga bercak merah atau cokelat yang terlihat seperti bekas luka dan tidak pulih meski sudah berminggu-minggu.
-
Muncul tahi lalat baru atau ada perubahan pada tahi lalat. Tahi lalat baru atau tahi lalat lama yang menunjukkan perubahan bentuk, warna, atau ukuran bisa menjadi tanda kanker kulit. Metode ABCDE dapat membantu mengenali gejalanya:
A: Asimetris. Apakah bentuk tahi lalat Anda asimetris atau tidak beraturan?
B: Border atau Tepi. Apakah bagian tepi tahi lalat Anda tampak kabur, bergerigi, atau tidak rata?
C: Color atau Warna. Apakah tahi lalat Anda memiliki warna berbeda-beda?
D: Diameter. Apakah diameter tahi lalat Anda lebih besar dari 6 mm?
E: Evolusi atau Perubahan. Apakah tahi lalat Anda mengalami perubahan dari waktu ke waktu, seperti lebih besar, berubah warna, atau terasa gatal/nyeri?
Jika Anda mengalami salah satu dari tanda di atas, berkonsultasilah dengan ahli dermatologi sesegera mungkin untuk melakukan pemeriksaan profesional.
Jenis Kanker Kulit
Kanker kulit dikelompokkan menjadi 3 kategori utama:
- Keratosis aktinik atau keratosis solar: Lesi yang sangat umum ini bukan kanker kulit. Ini adalah ruam bersisik yang kasar jika disentuh dan cenderung muncul kembali di permukaan kulit. Ruam ini muncul setelah terpapar sinar matahari dalam waktu lama dan berulang. Mereka menunjukkan bahwa kulit kehilangan kemampuan alaminya untuk melindungi dirinya sendiri terhadap matahari dan sinar UV-nya. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan perkembangan kanker kulit. Keratosis aktinik bisa dicegah dengan penggunaan sunscreen seumur hidup.
- Karsinoma sel basal: Ini merupakan 90% dari kanker kulit dan terutama disebabkan karena sering terpapar sinar matahari dan berulang selama masa dewasa. Dengan deteksi dini, karsinoma sel basal bisa dirawat karena pertumbuhannya lambat. Mengingat karsinoma sel basal biasanya terletak pada wajah, deteksi terlambat bisa menyebabkan tanda parut yang tidak elok. Karena itulah penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan ahli dermatologi jika memiliki gumpalan, benjolan, atau borok pada kulit. Untuk mencegah bentuk kanker kulit ini, gunakan sunscreen UVA-UVB dengan spektrum luas setiap hari, terutama di area yang terpapar seperti wajah.
- Melanoma: Bentuk kanker kulit yang ganas. Ini adalah jenis kanker kulit paling berbahaya karena bisa membahayakan nyawa pasien. Kanker ini muncul akibat paparan sinar matahari yang singkat namun intens, seperti yang menyebabkan luka bakar. Bisa berupa noda berwarna cokelat atau hitam pada kulit sehat. Dan dalam 35% kasus, kanker ini melibatkan tahi lalat yang sudah ada sebelumnya. Jika didiagnosis selama tahap pertama perkembangannya, bisa sepenuhnya diobati dengan perawatan medis. Karena itu, jika menemukan lesi yang mencurigakan, sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan ahli dermatologi.
Penyebab Kanker Kulit
Sinar UV: Penyebab Utama Kanker Kulit
Saat ini, risiko menderita kanker kulit adalah 1/1.001. Waktu liburan yang lebih panjang, perjalanan ke destinasi yang lebih terik, aktivitas luar ruangan, dan penggelapan warna kulit buatan semuanya membantu menjelaskan peningkatan dalam jumlah kanker kulit. Ini dikarenakan oleh paparan sinar matahari yang menjadi penyebab terpenting kanker kulit.. Statistik yang mengejutkan: Dengan hanya 5 luka bakar akibat sinar matahari hingga melepuh sebelum usia 20 tahun, hal ini bisa meningkatkan risiko melanoma hingga 80%.. Untungnya, dengan perlindungan yang tepat, luka bakar akibat sinar matahari dapat dihindari. Karenanya, sangatlah penting untuk menggunakan sunscreen UVA-UVB spektrum luas setiap hari untuk mencegah kanker kulit.
Tahi Lalat: Meningkatkan Risiko Kanker Kulit
Antara masa kanak-kanak dan remaja, paparan sinar matahari memengaruhi jumlah tahi lalat yang bisa muncul pada kulit serta ukurannya. Namun demikian, semakin banyak tahi lalat yang dimiliki seseorang, semakin besar risiko mereka untuk mengalami kanker kulit, mengingat 35% kanker kulit berkembang dari tahi lalat yang sudah ada sebelumnya2. Karena itulah sangat penting untuk melindungi anak-anak dan remaja secara efektif dari matahari untuk memperkecil munculnya tahi lalat baru. Selain itu, terpaparnya tahi lalat yang ada secara berlebihan pada matahari memengaruhi perkembangan lesi yang bisa menjadi bersifat kanker.
Apa pesan intinya? Penggunaan sunscreen dapat mencegah kanker kulit: sunscreen harus digunakan dalam jumlah banyak setiap 2 jam sekali, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja, namun juga sepanjang masa dewasa. Jika Anda memiliki banyak tahi lalat pada kulit, Anda harus memberikan perhatian khusus pada penggunaan sunscreen untuk mencegah kanker kulit.
Faktor Risiko Kanker Kulit
Ada beberapa faktor yang memengaruhi risiko timbulnya kanker kulit pada kulit Anda. Jika faktor di bawah ini berlaku pada Anda, gunakan sunscreen dengan intens untuk mencegah kanker kulit:
- Anda memiliki kulit berwarna terang (fototipe I atau II pada skala Fitzpatrick*), yang sangat jarang mengalami penggelapan warna kulit dan sering mengalami luka bakar.
- Anda memiliki bintik-bintik atau tahi lalat pada kulit dengan tampilan berbeda-beda (ukuran, bentuk, warna).
- Anda pernah mengalami luka bakar parah akibat sinar matahari saat kanak-kanak atau sering terpapar sinar matahari yang kuat selama masa kanak-kanak dan remaja.
- Ada riwayat kanker kulit di keluarga Anda.
Pencegahan Kanker Kulit
1. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari
Para ahli dermatologi sepakat bahwa jendela waktu sangat penting bagi pencegahan kanker kulit adalah usia 0-20 tahun. 86% melanoma dikaitkan dengan paparan terhadap sinar UVA dan UVB secara berlebihan dan 80% kerusakan kulit yang disebabkan oleh matahari terjadi sebelum usia 18 tahun. Karena itulah perilaku berhati-hati terhadap sinar matahari pada masa kanak-kanak dan remaja sangat penting untuk menjaga kesehatan pada masa depan, bahkan hingga puluhan tahun kemudian. Karena itulah penting untuk mendidik anak-anak mengenai perilaku cermat sejak usia sangat dini untuk membuat mereka mandiri dalam melindungi kulit. Perilaku dasar:
- Cari perlindungan antara pukul 11.00 dan 15.00 ketika matahari bersinar paling kuat.
- Kenakan pakaian pelindung seperti topi, kacamata hitam, kemeja berlengan panjang, dll.
- Usapkan sangat banyak sunscreen UVA-UVB dengan perlindungan sangat tinggi setiap 2 jam sekali atau setelah berenang, mengeringkan tubuh, atau berkeringat.
Baca juga: Ini Cara Pakai Sunscreen Yang Benar, Jangan Salah!
2. Gunakan Sunscreen yang Melindungi dari Sinar UVA, UVB, dan Ultra-Long UVA
Tidak semua sunscreen bekerja dengan tingkat perlindungan yang sama. Untuk perlindungan optimal, pilih sunscreen dengan kemampuan melindungi dari UVA, UVB, dan Ultra-Long UVA. Sinar Ultra-Long UVA dapat menembus hingga lapisan terdalam kulit, berkontribusi pada kerusakan DNA, penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatnya risiko kanker kulit. Karena itu, penting memilih sunscreen dengan filter UV yang telah teruji melindungi dari ketiga kategori sinar tersebut.
La Roche-Posay Anthelios UVMune 400 menggunakan Mexoryl 400, filter UV terbaru yang mampu melindungi kulit dari sinar UVA, UVB, hingga Ultra-Long UVA yang sulit ditangkal oleh sunscreen biasa.
Dilengkapi Netlock Technology, formulanya lebih stabil, melembapkan, tahan air dan keringat, serta tidak meninggalkan whitecast. Sunscreen ini juga diformulasikan tanpa parfum dan teruji aman untuk kulit sensitif.
Baca juga: 5 Sunscreen Terbaik dari La Roche-Posay, Cocok untuk Kulit Sensitif
Apakah Sunscreen Dapat Menyebabkan Kanker?
Apakah sunscreen aman?
Keamanan sunscreen saat ini menjadi pokok masalah dalam banyak perdebatan online. Klaim baru-baru ini bahkan menyatakan bahwa sunscreen sebenarnya bisa menyebabkan kanker. Namun jika kita melihat bukti ilmiah yang tersedia, klaim itu sepenuhnya tidak berdasar.
Fakta: Hingga kini tidak ada data yang diterbitkan menunjukkan efek kesehatan buruk apa pun pada manusia akibat penggunaan sunscreen secara teratur4. Keamanan sunscreen telah diteliti di berbagai laboratorium selama bertahun-tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bukti yang menarik bahwa sunscreen aman sekaligus efektif.
Bisakah sunscreen menyebabkan kanker kulit?
Banyak penelitian ilmiah membantah klaim bahwa sunscreen bisa menyebabkan melanoma. Penilaian menyeluruh terhadap ribuan orang telah menunjukkan secara jelas bahwa penggunaan sunscreen tidak meningkatkan peluang seseorang untuk menderita melanoma.5,6
Fakta: Matahari menyebabkan kanker kulit. Kita mengetahui dengan pasti bahwa matahari - atau radiasi UV - menyebabkan kanker kulit dan sunscreen melindungi terhadap melanoma. Dalam kasus melanoma, 86% kasus tercatat diakibatkan oleh paparan secara berlebihan pada sinar matahari. Journal of Clinical Oncology menerbitkan penelitian klinis 2011 pada lebih dari 1.600 orang yang menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen secara teratur mengurangi kejadian melanoma hingga 50-73%.
Temukan produk La Roche-Posay di Official Store La Roche-Posay Indonesia di berbagai marketplace ternama maupun drugstore terdekat. Gunakan juga fitur Spotscan+, teknologi analisa kulit online berbasis AI yang membantu memberikan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan kulit Anda.