Apa Itu Jerawat Purging?
Berbeda dengan jenis-jenis jerawat lainnya, purging adalah kondisi di mana kulit mengalami percepatan regenerasi sel atau skin cell turnover. Hal ini biasanya dipicu oleh penggunaan bahan aktif tertentu yang mempercepat proses pembersihan pori-pori yang tersumbat.[1]
Dalam dunia medis, jerawat sebenarnya sudah terbentuk di bawah permukaan kulit jauh sebelum terlihat secara kasat mata. Produk yang memicu purging akan mendorong "calon" jerawat (mikrokomedo) ini ke permukaan lebih cepat dari biasanya. Jadi, purging bukanlah pembentukan jerawat baru karena ketidakcocokan, melainkan proses "pembersihan" sisa kotoran yang sudah ada sebelumnya.[2]
Baca juga: Moisturizer untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat: Tips Memilih & Rekomendasinya
Apa Bedanya Jerawat Purging dan Breakout?
Sering kali orang sulit membedakan antara purging dan breakout. Perbedaan utamanya terletak pada penyebab dan lokasinya.
-
Purging: Terjadi akibat bahan aktif yang mempercepat regenerasi sel (seperti Retinol, AHA, BHA, atau Vitamin C). Muncul di area yang biasanya berjerawat dan sembuh dalam waktu relatif singkat.
-
Breakout: Merupakan reaksi iritasi atau ketidakcocokan terhadap suatu bahan produk. Breakout bisa muncul di area wajah yang sebelumnya selalu bersih dan biasanya memakan waktu lebih lama untuk sembuh jika pemakaian produk tidak dihentikan.
Ciri-Ciri Jerawat Purging di Wajah
Untuk menjawab pertanyaan mengenai jerawat purging seperti apa, berikut adalah beberapa karakteristik spesifik yang perlu Anda perhatikan.
1. Muncul di Area yang Biasanya Berjerawat
Jika Anda sering mengalami jerawat di area T-zone (dahi dan hidung), maka jerawat purging biasanya akan muncul di area tersebut. Namun, apabila muncul di area baru yang tidak bisa berjerawat sebelumnya, kemungkinan itu bukanlah purging.
2. Terjadi Setelah Pemakaian Skincare Baru
Purging biasa dipicu oleh produk yang memiliki kemampuan eksfoliasi atau meningkatkan pergantian sel kulit. Jika reaksi pada wajah muncul setelah Anda menggunakan pelembap atau sabun cuci muka baru dengan bahan aktif yang tidak biasa digunakan, kemungkinan itu adalah jerawat purging atau bahan reaksi kulit sensitif.
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Kulit Sensitif dan Cara Mengenalinya, Cek via Spotscan+
3. Berlangsung Sementara (Biasanya 2–6 Minggu)
Siklus regenerasi kulit manusia rata-rata membutuhkan waktu sekitar 28 hari. Oleh karena itu, masa purging umumnya berlangsung antara 2 hingga 6 minggu.[1] Jika kulit tidak kunjung membaik setelah lewat dari 6 minggu, kemungkinan itu adalah jerawat yang parah seperti jerawat batu, bukan purging.
Baca juga: Tipe-Tipe Jerawat: Ciri, Penyebab, dan Perawatan yang Tepat
4. Disertai Percepatan Pergantian Sel Kulit
Selama proses purging, Anda mungkin akan melihat kulit tampak sedikit mengelupas. Hal ini menandakan bahwa sel kulit mati sedang digantikan oleh sel kulit yang baru dan lebih sehat.
5. Kulit Bersih dan Sehat Setelah Masa Purging Berakhir
Salah satu tanda paling jelas dari purging adalah kondisi kulit yang justru jauh lebih baik setelah masa purging berakhir. Tekstur kulit akan terasa lebih rata, pori-pori mengecil, dan jerawat jarang muncul kembali.
Cara Mengatasi Jerawat Purging agar Tidak Semakin Parah
Meskipun purging adalah proses yang normal, Anda tetap perlu merawat kulit dengan hati-hati agar tidak terjadi peradangan berlebih atau bekas jerawat yang permanen.
1. Gunakan Produk Secara Bertahap
Jangan langsung menggunakan produk dengan konsentrasi tinggi setiap hari. Mulailah dengan frekuensi rendah (misalnya 2-3 kali seminggu) agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.
Baca juga: Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Kata Ahli Kulit
2. Fokus pada Skincare yang Menenangkan Kulit
Pilihlah skincare dengan kandungan yang dapat menenangkan kulit dan menjaga skin barrier, seperti Centella asiatica dan Panthenol. La Roche-Posay Cicaplast Baume B5+ mengandung kombinasi kedua bahan tersebut untuk menenangkan kulit yang teriritasi ringan dan membantu memperkuat skin barrier.
3. Hindari Eksfoliasi Berlebihan
Selama fase purging, kulit Anda sedang bekerja keras melakukan eksfoliasi secara internal. Hindari penggunaan scrub wajah atau peeling kimiawi tambahan yang bersifat agresif karena dapat merusak skin barrier.[2]
4. Jaga Kelembapan Kulit
Banyak orang beranggapan kulit berjerawat tidak butuh pelembap. Faktanya, kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih kuat dalam menghadapi proses peradangan saat purging.
Baca juga: 6 Rekomendasi La Roche-Posay Moisturizer Terbaik: Semua Jenis Kulit
5. Rutin Gunakan Sunscreen
Ketika kulit wajah sedang mengalami purging, penting untuk melindunginya dari paparan sinar matahari. Gunakan sunscreen untuk kulit sensitif dengan sprektum luas setiap pagi hari serta re-apply setiap 2-3 jam.
Gunakan Spotscan+ untuk Analisis Kulit Berjerawat
Masih ragu apakah yang Anda alami adalah purging atau masalah kulit lainnya? La Roche-Posay menghadirkan solusi berbasis teknologi mutakhir melalui Spotscan+.
Spotscan+ adalah alat analisis kulit profesional yang didukung oleh Artificial Intelligence (AI). Alat ini dikembangkan bersama para dermatolog dunia untuk membantu Anda menganalisis tingkat keparahan jerawat dan masalah kulit lainnya hanya melalui foto selfie.
Cara menggunakan Spotscan+:
-
Kunjungi situs resmi La Roche-Posay Indonesia.
-
Akses fitur Spotscan+ melalui perangkat smartphone Anda.
-
Ambil tiga foto wajah (depan, profil kanan, dan profil kiri).
-
AI akan menganalisis kondisi kulit wajah Anda.
-
Anda akan mendapatkan rekomendasi rutinitas perawatan kulit yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan kulit Anda secara gratis.
Dengan memahami jerawat purging seperti apa dan melakukan pengecekan rutin melalui Spotscan+, Anda dapat merawat kulit dengan lebih percaya diri dan tepat sasaran.
Sumber:
[1] Li, Y., Hu, X., Dong, G., Wang, X., & Liu, T. (2024). Acne treatment: research progress and new perspectives. Frontiers in medicine, 11, 1425675. https://doi.org/10.3389/fmed.2024.1425675
[2] Vasam, M., Korutla, S., & Bohara, R.A. (2023). Acne vulgaris: A review of the pathophysiology, treatment, and recent nanotechnology based advances. Biochemistry and Biophysics Reports, Volume 36, December 2023, 101578. https://doi.org/10.1016/j.bbrep.2023.101578.