8 Cara Mengurangi Minyak di Wajah: Alami & Skincare

Article Read Duration 5 menit membaca

Produksi minyak yang berlebihan bisa dikontrol dan dikurangi baik secara alami maupun dengan bantuan skincare yang tepat. Contohnya dengan pembersih, pelembap mattifying, BHA, hingga sunscreen khusus kulit berminyak. Simak 8 cara mengurangi minyak di wajah berikut ini, mulai dari solusi rumahan hingga rangkaian skincare La Roche-Posay yang dirancang khusus untuk kulit berminyak.

BAGAIMANA CARA CUCI MUKA YANG BENAR MENURUT AHLI KULIT?

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencuci wajah dengan teknik dan produk yang tepat akan membantu menjaga keseimbangan alami kulit tanpa mengiritasi. Berikut langkah-langkah cara cuci muka yang benar menurut dermatolog.[1]

 

1. Pilih Pembersih Wajah yang Lembut dan Tidak Abrasif

Gunakan pembersih wajah yang lembut, tidak mengandung alkohol, dan aman untuk kulit sensitif. Pembersih yang baik akan mengangkat kotoran tanpa membuat kulit kering. La Roche-Posay Mela B3 Cleanser  adalah pilihan tepat karena diformulasikan lembut, tidak mengandung alkohol, teruji aman untuk kulit sensitif, dan cocok untuk semua jenis kulit.

2. Basahi Wajah dengan Air Hangat

Gunakan air hangat suam-suam kuku (lukewarm water), yaitu air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, untuk membantu melarutkan minyak dan kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

3. Gunakan Ujung Jari untuk Mengaplikasikan Pembersih Wajah

Tuangkan pembersih ke tangan yang bersih, busakan jika perlu. Hindari penggunaan kain lap, spons, atau alat lain yang bisa mengiritasi kulit.

4. Pijat Lembut dengan Gerakan Memutar

Bersihkan wajah dengan gerakan lembut dan memutar selama 30-60 detik. Pastikan Anda membersihkan seluruh area wajah, termasuk dahi, hidung, pipi, rahang, dan garis rambut. Hindari menggosok kulit wajah karena dapat menyebabkan iritasi.

5. Bilas dengan Air Hangat

Bilas hingga bersih dengan air hangat suam-suam kuku (lukewarm water), yaitu air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, untuk memastikan tidak ada residu produk yang tersisa.

6. Tepuk-tepuk Wajah dengan Handuk untuk Mengeringkan

Gunakan handuk bersih yang lembut untuk mengeringkan wajah dengan cara menepuk-nepuk (patting). Jangan menggosok kulit karena dapat menyebabkan iritasi.

7. Lanjutkan dengan Pelembap

Segera aplikasikan pelembap saat kulit masih sedikit lembap untuk membantu mengunci hidrasi dan menjaga kelembapan kulit.

Baca juga: Pelembap untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat: Kandungan Penting & Rekomendasi

APA SAJA KESALAHAN UMUM SAAT CUCI MUKA?

Banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil yang bisa berdampak besar pada kesehatan kulit. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar skin barrier tetap kuat dan wajah bebas masalah.

 

1. Menggunakan Air yang Terlalu Panas

Air panas memang terasa nyaman, tetapi dapat menghilangkan minyak alami kulit (sebum) yang berfungsi melindungi wajah. Akibatnya, kulit bisa menjadi kering, iritasi, bahkan merusak pembuluh kapiler di wajah.

 

2. Menggosok Wajah Terlalu Keras

Menggosok wajah dengan kuat tidak membuat kulit lebih bersih, justru dapat menyebabkan peradangan dan mempercepat tanda-tanda penuaan dini akibat rusaknya kolagen.

 

3. Memakai Produk yang Terlalu Keras untuk Kulit

Produk pembersih dengan kandungan alkohol tinggi, parfum, atau deterjen keras bisa menyebabkan kulit terasa kencang setelah dibilas, yang merupakan tanda bahwa minyak alami kulit telah terangkat berlebihan.

Sebaiknya, gunakan  pembersih wajah untuk kulit sensitif yang bebas alkohol, non-komedogenik, dan teruji secara dermatologis agar wajah tetap bersih tanpa menimbulkan iritasi.

 

4. Tidak Membersihkan Area Tertentu Seperti Garis Rambut dan Rahang

Area seperti garis rambut dan rahang sering terlewat saat mencuci wajah, padahal dapat menumpuk kotoran, minyak, dan sisa produk. Jika tidak dibersihkan dengan baik, komedo dan jerawat dapat muncul.

 

5. Mencuci Muka Terlalu Sering atau Jarang

Cuci muka lebih dari dua kali sehari dapat menghilangkan kelembapan alami, sedangkan terlalu jarang mencuci muka membuat pori-pori tersumbat oleh minyak dan polusi.

Baca juga: 10 Penyebab Kulit Kering Menurut Ahli, No 9 Wajib Hati-Hati!

Bagaimana Cara Cuci Muka Sesuai Jenis Kulit?

Jenis kulit menentukan jenis pembersih dan intensitas pembersihan yang paling sesuai. Kulit berminyak cenderung membutuhkan pembersih yang membantu mengangkat sebum berlebih, sementara kulit kering lebih membutuhkan formula yang tidak menghilangkan lipid kulit secara berlebihan. Pada kulit sensitif, prioritasnya adalah meminimalkan gesekan dan memilih formula yang tidak memicu iritasi.

 

Kulit Berminyak dan Berjerawat

Pilih cleanser yang mampu mengangkat sebum berlebih sekaligus membantu membersihkan pori-pori tanpa membuat kulit terasa tertarik. Untuk kulit yang juga mudah berjerawat atau mengalami komedo, bahan seperti Salicylic Acid dapat membantu mengeksfoliasi sel kulit mati dan membersihkan penyumbatan pori.

Hindari mencuci wajah berulang kali untuk menghilangkan minyak karena pembersihan berlebihan dapat membuat kulit semakin kering dan teriritasi.

Baca juga: Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

 

Kulit Kering

Pilih facial wash dengan formula lembut dan bahan yang membantu mempertahankan kelembapan, seperti Glycerin atau bahan pelembap lainnya. Jika kulit sangat kering, cuci muka pada malam hari dapat menjadi prioritas untuk mengangkat sunscreen, makeup, dan kotoran, sementara kebutuhan mencuci wajah pada pagi hari dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.

Hindari cleanser yang membuat kulit terasa kesat atau tertarik setelah dibilas, karena sensasi tersebut dapat menandakan pembersihan yang terlalu agresif.

 

Kulit Sensitif

Untuk kulit sensitif, pilih sabun cuci muka yang telah diformulasikan dan diuji untuk meminimalkan risiko iritasi, serta hindari pembersihan yang melibatkan banyak gesekan. Jika kulit mudah kemerahan atau terasa perih setelah mencuci wajah, perhatikan apakah cleanser, suhu air, atau tekanan saat memijat wajah menjadi pemicunya.

Setelah membilas, keringkan dengan menepuk wajah secara perlahan dan lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu menjaga skin barrier.

Baca juga: Rekomendasi La Roche-Posay Facial Wash untuk Berbagai Jenis dan Masalah Kulit

Rekomendasi Facial Wash Terbaik: La Roche-Posay Mela B3 Cleanser

Jika Anda mencari pembersih wajah yang membersihkan sekaligus menawarkan manfaat skincare  tambahan, La Roche-Posay Mela B3 Cleanser dapat menjadi pilihan Anda. Facial wash ini telah teruji dermatologis aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.

Kandungan utama:

  • Melasyl™: Hasil riset 18 tahun, terbukti lebih cepat lawan noda hitam dibanding Vitamin C dan Arbutin.[2]

  • Niacinamide: Bantu meratakan warna kulit, samarkan noda, dan menenangkan kulit.

  • LHA: Eksfoliator lembut untuk percepat regenerasi kulit.

Manfaat:

  • Membersihkan sekaligus mengangkat sel kulit mati.

  • Membuat kulit lebih halus dan cerah.

  • Menyamarkan noda hitam & flek akibat matahari.

  • Meratakan warna kulit.

Pertanyaan Umum Seputar Cuci Muka

 

Cuci Muka Berapa Kali Sehari?

Secara umum, cuci muka cukup dua kali sehari: pagi dan malam. Ini membantu membersihkan kotoran, minyak berlebih, dan sisa skincare tanpa membuat kulit kering.

 

Apakah Boleh Cuci Muka 3 Kali Sehari?

Cuci muka lebih dari dua kali sehari tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memicu iritasi, kecuali setelah berkeringat banyak. Dermatolog merekomendasikan untuk segera cuci muka setelah berkeringat.[1]

Berapa Lama Sebaiknya Cuci Muka?

Idealnya 30–60 detik dengan gerakan lembut untuk memastikan semua area wajah bersih tanpa menggosok kulit terlalu keras.

 

Cuci Muka Lebih Baik Menggunakan Air Hangat atau Air Dingin?

Gunakan air hangat suam-suam kuku (lukewarm) karena membantu melarutkan kotoran dan minyak, tapi tidak membuat kulit iritasi atau kering.

 

Apakah Cuci Muka dengan Air Saja Cukup?

Tidak cukup. Air hanya membilas debu ringan, sedangkan pembersih wajah membantu mengangkat minyak, sisa makeup, dan kotoran yang menempel di kulit.

 

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Sabun Mandi?

Tidak dianjurkan. Sabun mandi biasanya berformula lebih keras dan dapat membuat wajah kering atau iritasi. Gunakan facial wash yang sesuai jenis kulit.

 

Apakah Setelah Memakai Micellar Water Harus Cuci Muka?

Ya, meski micellar water membersihkan makeup dan debu, cuci muka dengan  facial wash tetap disarankan untuk membersihkan sisa kotoran dan memastikan kulit bersih. Ini disebut teknik double cleansing.

 

Apakah Setelah Memakai Masker Harus Cuci Muka Dengan Sabun?

Tidak perlu cuci muka dengan sabun setelah memakai  sheet mask, cukup bilas ringan jika ada sisa essence. Untuk masker clay  atau wash-off, bilas dengan air hangat atau facial wash sesuai instruksi produk.

 

Apakah Setelah Eksfoliasi Harus Cuci Muka Dengan Sabun?

Tidak selalu, tergantung jenis eksfoliasi. Jika eksfoliasi sudah mengandung  cleanser, cukup bilas dengan air. Pastikan kulit tetap lembap setelahnya.

 

Apakah Sebelum Reapply Sunscreen Harus Cuci Muka?

Tidak wajib. Cukup hapus keringat dan minyak berlebih dengan tissue atau toner, lalu aplikasikan kembali sunscreen.

 

Kenapa Habis Cuci Muka Kulit Kering atau Mengelupas?

Biasanya karena pembersih terlalu keras, wajah terlalu sering dicuci, atau kulit dehidrasi akan membuat kulit wajah kering dan mengelupas. Gunakan facial wash yang lembut, seperti La Roche-Posay Mela B3 Cleanser, dan segera aplikasikan pelembap setelah cuci muka.

 

Menerapkan cara cuci muka yang benar adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit Anda. Dengan teknik yang tepat dan produk yang lembut, Anda akan mendapatkan kulit yang bersih optimal tanpa kehilangan kelembapan alaminya.

Temukan produk La Roche-Posay di Official Store La Roche-Posay Indonesia di berbagai marketplace  ternama maupun drugstore  terdekat. Gunakan juga fitur Spotscan+, teknologi analisa kulit online  berbasis AI yang membantu memberikan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan kulit Anda.

Sumber:

[1] American Academy of Dermatology Association. Face Washing 101. Retrieved October 17, 2025, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care/face-washing-101

[2] Muller, B., Flament, F., Jouni, H., Sextius, P., Tachon, R., Wang, Y., Wang, H., Qiu, H., Qiu, J., Amar, D., Delaunay, C., Jablonski, N. G., & Passeron, T. (2024). A Bayesian network meta-analysis of 14 molecules inhibiting UV daylight-induced pigmentation.  Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology : JEADV, 38(8), 1566–1574.  https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38433524

FAQ

1. Cuci Muka yang Bagus Kapan?

Waktu yang paling penting untuk mencuci muka adalah pagi hari dan sebelum tidur pada malam hari. Mencuci wajah pada malam hari membantu mengangkat minyak, kotoran, makeup, dan sunscreen yang menumpuk sepanjang hari, sedangkan mencuci wajah pada pagi hari membantu membersihkan minyak dan keringat yang terkumpul selama tidur. Jika banyak berkeringat setelah berolahraga, wajah juga dapat dibersihkan setelahnya.

2. Setelah Cuci Muka Apakah Harus Dilap?

Ya, setelah mencuci muka sebaiknya keringkan wajah dengan handuk bersih dan lembut, tetapi jangan digosok. Tepuk-tepuk wajah secara perlahan untuk menyerap air yang tersisa dan mengurangi gesekan pada kulit. Setelah itu, lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

3. Berapa Kali Sebaiknya Mencuci Muka dalam Sehari Menurut Dokter atau Ahli Kulit?

Umumnya, dermatolog merekomendasikan mencuci wajah dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Wajah juga sebaiknya dibersihkan setelah berkeringat banyak, misalnya setelah berolahraga. Frekuensi ini membantu mengangkat minyak, kotoran, dan residu produk tanpa melakukan pembersihan secara berlebihan.

4. Apakah Mencuci Muka 3 Kali Sehari Bisa Memicu Iritasi atau Membuat Kulit Kering?

Ya, mencuci muka tiga kali sehari dapat meningkatkan risiko kulit menjadi kering atau teriritasi, terutama jika menggunakan pembersih yang terlalu kuat atau menggosok wajah. Namun, tambahan satu kali mencuci wajah dapat diperlukan setelah aktivitas yang membuat wajah banyak berkeringat. Jika perlu mencuci wajah lebih sering, gunakan pembersih yang lembut dan hindari air panas atau gerakan menggosok agar kulit tetap nyaman.

5. Apakah Air Sadah (Hard Water) Mempengaruhi Efektivitas Mencuci Wajah?

Air sadah (hard water) dapat meninggalkan residu mineral pada kulit dan berpotensi membuat kulit terasa kering atau teriritasi, tetapi tidak berarti Anda harus mengubah seluruh rutinitas mencuci wajah. Jika kulit terasa kering atau tidak nyaman setelah mencuci wajah dengan air sadah, gunakan pembersih yang lembut, bilas hingga bersih, dan segera aplikasikan moisturizer setelah mencuci wajah. Jika keluhan terus berlanjut, pertimbangkan menggunakan sumber air dengan kandungan mineral yang lebih rendah atau konsultasikan dengan dokter kulit.

KOMITMEN
KEAMANAN KAMI

Standar keamanan yang melampaui peraturan kosmetik internasional.

laroche posay safety commitment product allergy tested model close up

100% PRODUCTS
ALLERGY TESTED

Lihat Selengkapnya
Satu Prasyarat = Allergy Tested
Jika terdeteksi satu kasus, kami akan kembali ke lab dan melakukan formulasi ulang
laroche posay safety commitment essential active dose product head

HANYA BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN,
DENGAN <strong>KADAR BAHAN</strong> YANG TEPAT

Lihat Selengkapnya
Produk kami dikembangkan bersama oleh ahli dermatologi dan ahli toksikologi, dan hanya mengandung bahan-bahan yang diperlukan, dengan kandungan bahan yang tepat.
laroche posay safety commitment sensitive skin model baby

TERUJI
PADA KULIT YANG SANGAT SENSITIF
 

Lihat Selengkapnya
Produk kami telah diuji pada konsumen dengan kulit yang sensitif: kulit reaktif, alergi, rentan jerawat, rentan memerah, terasa pedih maupun panas, kering, atau terasa gatal, rusak, atau rapuh akibat pengobatan kanker.
laroche posay safety commitment formula protection product head

PERLINDUNGAN FORMULA
DARI WAKTU KE WAKTU

Lihat Selengkapnya
Kami memilih kemasan dengan perlindungan maksimal yang hanya menggunakan bahan pengawet seperlunya, untuk selalu mengedepankan keamanan dan kualitas produk.

PELAJARI SELENGKAPNYA TENTANG
APAKAH JERAWAT ITU