Melasma: Apa Itu, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Article Read Duration 6 menit membaca

Melasma adalah kondisi kulit yang ditandai munculnya bercak kecokelatan atau keabu-abuan, umumnya pada wajah. Melasma dapat dipicu oleh paparan sinar matahari, perubahan hormon, dan faktor lainnya, sehingga perlu dirawat dengan tepat. Perawatannya dapat meliputi penggunaan sunscreen setiap hari, perawatan topikal, obat oral, dan prosedur di klinik sesuai kondisi kulit dan rekomendasi dokter.

Apa itu Melasma?  

Melasma adalah satu satu bentuk dari hiperpigmentasi, yaitu penggelapan kulit di area tertentu akibat deposisi melanin (zat pigmen kulit) yang meningkat di lapisan epidermis dan/atau dermis kulit1. Peningkatan ini terjadi karena sel-sel melanosit terpicu untuk memproduksi melanin secara berlebih.

Apa Penyebab Melasma?

Penyebab kemunculan melasma adalah kombinasi berbagai faktor, termasuk:

  • Paparan sinar matahari terus-menerus
  • Perubahan hormon
  • Genetik
  • Gangguan kesehatan
  • Konsumsi obat tertentu

Apa Faktor Risiko Melasma?

Siapa saja yang berisiko mengalami melasma? Ibu hamil, perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi, orang dengan gangguan tiroid, orang yang mengonsumsi obat anti-kejang dan obat yang membuat kulit sensitif terhadap cahaya matahari, serta penderita stres berpotensi untuk menderita melasma.

Melasma juga lebih banyak dialami oleh orang dengan kulit berwarna medium sampai yang cenderung gelap. Inilah mengapa walaupun kasus melasma di dunia hanya 1%, di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%2.

Selain itu, melasma adalah hiperpigmentasi yang dominan diderita perempuan usia reproduktif.


Bagaimana Gejala Melasma? 

Gejala melasma di wajah adalah munculnya flek hitam dengan bentuk tidak beraturan dengan ukuran cukup besar, berwarna kecokelatan sampai abu-abu kebiruan.

Kemunculan flek hitam dapat memiliki tiga pola3, yaitu centrofacial, malar, dan mandibular. 

  • Centrofacial. Flek hitam muncul secara simetris di dahi, hidung, dagu, pipi, dan bagian atas bibir. Ini adalah pola yang paling umum.
  • Malar. Flek hitam muncul di area pipi dan hidung.
  • Mandibular. Flek hitam muncul di garis rahang dan dagu.

Melasma Pada Ibu Hamil

Mengapa melasma disebut dengan topeng kehamilan? Karena melasma sering dikaitkan dengan hormon perempuan yaitu estrogen dan progesteron4. Saat hamil, produksi hormon estrogen dan progesteron mengalami peningkatan signifikan, dan kondisi ini memicu sel-sel melanosit untuk meningkatkan produksi melanin. Hiperpigmentasi ini menjadi semakin buruk jika wajah sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan sunscreen.

Hiperpigmentasi ini akan dengan sendirinya memudar dan hilang dalam hitungan bulan setelah kehamilan usai. Waktu yang dibutuhkan untuk memudarnya melasma adalah kurang lebih enam bulan, tapi jika kondisinya parah, maka flek hitam akan pudar dalam hitungan tahun. Karena ada faktor genetik dan hormon yang menyebabkan melasma, maka kemungkinan besar melasma akan kembali muncul pada kehamilan selanjutnya.

Apa Perbedaan Melasma dengan PIH dan Sun Spots?

Melasma, PIH (post-inflammatory hyperpigmentation), dan sun spots sama-sama menyebabkan perubahan warna kulit, tetapi pemicunya berbeda. Berikut adalah perbedaannya:

  • Melasma: bercak kecokelatan atau keabu-abuan yang umumnya muncul secara simetris di wajah, dapat dipicu oleh kombinasi faktor, termasuk paparan sinar matahari, perubahan hormon, dan faktor genetik.
  • PIH: noda gelap yang muncul setelah peradangan atau iritasi pada kulit, umumnya setelah jerawat sehingga sering dikenal sebagai bekas jerawat.
  • Sun spots: bercak cokelat datar yang terutama disebabkan oleh paparan sinar UV berulang dalam jangka panjang dan biasanya muncul pada area yang sering terpapar matahari, seperti wajah, tangan, dan lengan.

Bagaimana Cara Mencegah Melasma?

Cara utama untuk mencegah melasma adalah melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara konsisten. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko munculnya atau memburuknya melasma:

  • Gunakan sunscreen setiap hari. Pilih sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih untuk membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Aplikasikan kembali secara berkala, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan perlindungan tambahan dari sinar matahari. Kenakan topi bertepi lebar, pakaian yang menutupi kulit, dan cari tempat teduh saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama.
  • Hindari skincare yang menyebabkan iritasi. Produk yang membuat kulit terasa perih atau terbakar dapat memicu iritasi dan berpotensi membuat perubahan warna kulit semakin terlihat.

Baca Juga: Cara Pakai Sunscreen Yang Benar

Bagaimana Cara Mengatasi Melasma? 

Karena kompleksitas perkembangan melasma dan ada banyak faktor yang mempengaruhi kemunculannya, maka mengatasi melasma agak berbeda dibandingkan jenis hiperpigmentasi lainnya. Jika menderita melasma, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang paling sesuai. Tujuan dari perawatan kulit dengan melasma adalah mengurangi jumlah produksi melanin serta mencerahkan flek hitam agar kembali ke warna kulit normal5. 

Obat Oles

Para ahli menemukan bahwa cara yang efektif dan paling banyak dipelajari dalam mengatasi melasma adalah penggunaan obat oles dengan kandungan bahan aktif hydroquinone saja, atau yang mengandung kombinasi tiga bahan aktif berupa hydroquinone, tretinoin, dan corticosteroid (fluocinolone acetonide)6.

Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan obat oles dengan kandungan tiga kombinasi bahan aktif ini membantu memudarkan, bahkan menghilangkan, melasma dalam waktu dua bulan. Namun perlu diperhatikan bahwa hydroquinone merupakan obat keras dan memiliki efek samping berupa iritasi bahkan hiperpigmentasi. Karena itu, Anda penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter kulit. 

Obat Oral

Pengobatan lini kedua melasma adalah konsumsi tranexamic acid oral. Obat ini bekerja dari dalam tubuh dengan menghambat produksi melanin yang berlebihan. Tranexamic acid biasanya direkomendasikan jika pengobatan topikal tidak memberikan hasil yang memuaskan. Karena termasuk obat resep, penggunaannya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk memastikan dosis yang tepat dan meminimalkan risiko efek samping.

Prosedur di Klinik

Selain obat, anda juga mungkin disarankan untuk melakukan prosedur di klinik agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif. Prosedur ini berupa chemical peeling, microneedling, dan terapi laser.

Sunscreen

Hal penting yang harus dilakukan sehari-hari saat mengatasi melasma adalah penggunaan sunscreen pada pagi dan siang hari. Sinar UV dari matahari dapat memicu sel-sel melanosit meningkatkan produksi melanin sehingga melasma berpotensi menjadi lebih buruk.

Pilih produk sunscreen yang dapat melindungi kulit wajah dari sinar UVA dan UVB secara optimal. Selain itu, pilih sunscreen yang menggunakan zat antihiperpigmentasi seperti melasyl™dan niacinamide 10%. 

Salah satu pilihan sunscreen yang bisa Anda gunakan adalah La Roche-Posay Anthelios UVMune 400 Anti-Dark Spots. Sunscreen ini diformulasikan dengan Mexoryl 400, filter UV terbaru yang mampu melindungi kulit dari sinar ultra long UVA hingga 400 nm, serta diperkaya dengan Melasyl™, bahan aktif yang membantu mencegah dan menyamarkan hiperpigmentasi. Teksturnya ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan white cast, sehingga nyaman dipakai sehari-hari bahkan untuk kulit yang rentan terhadap hiperpigmentasi seperti melasma.

Apa Rekomendasi Produk La Roche-Posay untuk Mengatasi Melasma? 

Tak selalu menggunakan obat keras untuk mengatasi melasma, dokter kulit juga mungkin menyarankan penggunaan produk skincare dengan kandungan bahan aktif yang juga dapat membantu mengurangi jumlah produksi melanin di kulit serta mencerahkan flek hitam.

Anda bisa mempertimbangkan serum terbaru dari La-Roche Posay yang revolusioner dan efektif dalam melawan hiperpigmentasi, yaitu La-Roche Posay Mela B3 Serum. Serum ini mengandung bahan aktif Melasyl™ dan niacinamide 10% untuk melawan hiperpigmentasi dipadukan dengan bahan aktif lain yang menghidrasi kulit dan merawat skin barrier.

Inovasi terbaru berupa Melasyl™ yang didapatkan setelah riset selama 18 tahun dan telah mendapat berbagai paten, membantu mengurangi hiperpigmentasi dengan hasil lebih baik dibandingkan bahan aktif lainnya. Melasyl™ bekerja dengan cara menangkap prekursor melanin sebelum berubah menjadi melanin, sehingga dapat mencegah produksi melanin berlebih di kulit yang menyebabkan hiperpigmentasi. 

Kerja Melasyl™ didukung oleh kandungan niacinamide 10% sebagai anti-peradangan dan mengurangi jumlah melanin yang mencapai kulit, LHA dan retinyl palmitate sebagai eksfolian yang mendukung pergatian sel-sel kulit, dan ekstrak cytoseira tamariscifolia yang menghambat pembentukan melanin. La-Roche Posay MELA B3 Serum juga mengandung hyaluronic acid dan glycerin yang menghidrasi, carnosine sebagai antioksidan, dan K2G sebagai anti-peradangan.

Dari hasil uji klinis terhadap 50 orang perempuan, 98% melihat adanya perubahan di noda hitam setelah seminggu penggunaan La-Roche Posay MELA B3 Serum. Setelah penggunaan selama dua minggu, 100% melihat berkurangnya warna dan jumlah noda hitam, serta 85% merasa berkurangnya noda hitam dan hiperpigmentasi. 

Untuk hasil yang optimal dalam melawan melasma, dampingi penggunaan La-Roche Posay MELA B3 Serum dengan La-Roche Posay ANTHELIOS UVMune 400 SPF 50+ agar kulit wajah terlindungi dari paparan sinar matahari, khususnya radiasi sinar UVA. 

Kombinasi La-Roche Posay MELA B3 Serum dengan La-Roche Posay ANTHELIOS UVMune 400 SPF 50+ untuk mengatasi melasma adalah pilihan terbaik untuk perawatan di rumah. Kedua produk ini bisa Anda dapatkan di Official Store La Roche-Posay Indonesia serta di marketplace ternama. 

1https://doi.org/10.1016/j.det.2023.02.005 

2https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8970209/ 

3https://medlineplus.gov/ency/article/000836.htm 

4https://www.aad.org/public/diseases/a-z/melasma-treatment  

FAQ

1. Apa perbedaan melasma dengan flek hitam?

Melasma adalah salah satu kondisi yang menyebabkan munculnya flek hitam atau bercak gelap pada kulit, tetapi tidak semua flek hitam merupakan melasma. Melasma biasanya berupa bercak kecokelatan atau keabu-abuan yang muncul secara simetris, terutama di wajah, dan dapat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari, perubahan hormon, serta faktor genetik. Sementara itu, flek hitam dapat merujuk pada berbagai jenis perubahan warna kulit, termasuk melasma, bekas jerawat, dan sun spots.

2. Apakah melasma hanya ada di ibu hamil?

Tidak, melasma tidak hanya terjadi pada ibu hamil. Perubahan hormon selama kehamilan memang dapat memicu melasma, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang tidak hamil. Penggunaan kontrasepsi hormonal, paparan sinar matahari, faktor genetik, dan faktor hormonal lainnya juga dapat berperan dalam munculnya melasma.

3. Apakah melasma bisa hilang permanen?

Melasma dapat memudar dan dikontrol, tetapi tidak selalu hilang secara permanen. Perawatan yang tepat dapat membantu membuat bercak menjadi lebih samar, tetapi melasma dapat muncul kembali, terutama jika kulit kembali terpapar sinar matahari atau faktor pemicunya muncul. Karena itu, perlindungan dari sinar matahari perlu dilakukan secara konsisten meskipun melasma sudah membaik.

4. Apakah melasma bisa muncul kembali?

Ya, melasma dapat muncul kembali setelah membaik. Paparan sinar matahari, perubahan hormon, dan faktor pemicu lainnya dapat menyebabkan melasma kembali terlihat. Penggunaan sunscreen secara rutin dan menghindari paparan sinar matahari berlebihan dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan.

5. Berapa lama melasma bisa hilang?

Waktu yang dibutuhkan melasma untuk memudar berbeda pada setiap orang dan bergantung pada tingkat keparahan serta perawatan yang digunakan. Melasma dapat membaik dalam beberapa bulan dengan perawatan yang tepat, tetapi pada sebagian orang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Konsistensi menggunakan sunscreen dan mengikuti perawatan yang direkomendasikan dokter kulit penting untuk membantu mengontrol melasma.

KOMITMEN
KEAMANAN KAMI

Standar keamanan yang melampaui regulasi kosmetik internasional.