Kenapa Pori-pori Wajah Terlihat Besar?
Tampilan pori yang besar dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan:
- Faktor genetik, ukuran dasar pori sangat dipengaruhi oleh keturunan dan tidak dapat diubah secara permanen
- Produksi sebum atau minyak berlebih, pori melebar untuk mengeluarkan volume minyak yang lebih banyak, terutama pada kulit berminyak
- Sumbatan sel kulit mati dan kotoran, yang bercampur dengan sebum dan membuat pori tampak semakin besar serta memicu komedo
- Penurunan produksi kolagen akibat usia, kulit di sekitar pori kehilangan penyangganya sehingga tampak melar dan kendur
- Paparan sinar matahari, mempercepat kerusakan kolagen dan memperparah tampilan pori yang kendur
Karena ukuran pori tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, langkah paling efektif adalah menyamarkan tampilannya melalui kombinasi kebersihan kulit, kandungan aktif yang tepat, dan perlindungan dari sinar matahari.
Bagaimana Cara Mengecilkan Pori-pori Wajah?
Meski ukuran pori tidak dapat diubah secara permanen, tampilannya tetap bisa disamarkan melalui kombinasi kebersihan kulit, kandungan aktif yang tepat, dan perlindungan harian. Berikut 7 cara yang bisa dilakukan secara konsisten untuk membuat pori-pori wajah terlihat lebih mulus.
1. Rutin Membersihkan Wajah dengan Teknik Double Cleansing
Membersihkan wajah dua kali, dimulai dengan pembersih berbasis minyak untuk mengangkat sisa makeup dan sunscreen, lalu diikuti pembersih berbasis air, membantu mengangkat sebum dan kotoran secara menyeluruh dari dalam pori. Teknik ini penting dilakukan setiap malam agar pori tidak tersumbat oleh penumpukan residu sepanjang hari, yang jika dibiarkan dapat membuat pori tampak semakin besar.
Baca juga: Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
2. Aplikasikan Pelembap untuk Mencegah Dehidrasi Kulit
Saat kulit kering dan dehidrasi, kulit di sekitar pori kehilangan kekencangannya sehingga pori justru terlihat lebih menonjol dan besar. Melewatkan pelembap, terutama pada kulit berminyak, juga dapat memicu produksi sebum berlebih sebagai kompensasi, yang pada akhirnya melebarkan pori lebih jauh. Menjaga kulit tetap terhidrasi dengan moisturizer yang bagus sesuai jenis kulit menjadi langkah dasar sebelum mengaplikasikan perawatan pori lainnya.
3. Eksfoliasi Berkala dengan BHA (Salicylic Acid) untuk Membersihkan Sumbatan Pori
Salicylic Acid bersifat larut dalam minyak, sehingga mampu menjangkau bagian dalam pori untuk membersihkan sumbatan sebum dan sel kulit mati yang membuat pori terlihat stretched atau meregang. Eksfoliasi berkala dengan serum Salicylic Acid membantu mengangkat sumbatan tersebut secara bertahap, sehingga tampilan pori dapat lebih tersamarkan seiring waktu.
Baca juga: Rekomendasi Serum Eksfoliasi dengan Salicylic Acid yang Aman di Kulit
4. Gunakan Serum Niacinamide untuk Mengencangkan Saluran Pori
Niacinamide (Vitamin B3) membantu mengatur produksi sebum pada kelenjar minyak. Studi klinis menunjukkan bahwa penggunaan niacinamide topikal secara rutin dapat menurunkan tingkat sekresi sebum serta memperbaiki tampilan pori dalam beberapa minggu penggunaan.[¹] Meski tidak mengubah ukuran pori secara struktural, niacinamide membantu menyamarkan tampilannya dengan mengontrol volume minyak yang keluar dari pori.
5. Aplikasikan Retinol di Malam Hari untuk Merangsang Produksi Kolagen Baru
Retinol bekerja melalui tiga mekanisme untuk menyamarkan pori:
- Mempercepat pergantian sel kulit sehingga sumbatan tidak menumpuk
- Mengatur produksi sebum
- Merangsang produksi kolagen baru di sekitar pori.
Studi klinis menunjukkan retinol topikal efektif mengurangi tampilan ukuran pori pada sebagian besar partisipan setelah 12 minggu penggunaan konsisten, karena kolagen yang terbentuk kembali membantu mengencangkan struktur penyangga di sekitar pori.[²][³] Gunakan retinol secara bertahap di malam hari untuk meminimalkan risiko iritasi.
6. Gunakan Clay Mask 1–2 Kali Seminggu
Clay mask dengan kandungan kaolin dan bentonite bekerja menyerap sebum berlebih dan membersihkan sumbatan pori secara mendalam. Sebuah studi klinis pada masker clay dengan kombinasi kaolin dan bentonite menunjukkan penurunan sebum instan hingga 68,97% setelah pemakaian, serta pengurangan komedo tertutup dan terbuka masing-masing sebesar 46,44% dan 65,77% setelah 4 minggu penggunaan rutin dua kali seminggu.[⁴] Studi yang sama juga menunjukkan peningkatan hidrasi kulit sebesar 29,65%, membuktikan clay mask tidak selalu membuat kulit kering seperti anggapan umum.
7. Gunakan Sunscreen Setiap Hari untuk Mencegah Degradasi Kolagen
Paparan sinar UV mempercepat kerusakan kolagen yang menyangga struktur pori, sehingga pori tampak semakin kendur dan besar dari waktu ke waktu. Menggunakan sunscreen setiap hari, termasuk sunscreen untuk kulit berminyak dan pori besar yang bertekstur ringan dan non-comedogenic, membantu mencegah degradasi kolagen sekaligus tidak menambah kilap atau menyumbat pori.
Baca juga: 7 Cara Pakai Retinol yang Benar untuk Pemula agar Kulit Tidak Iritasi
Effaclar Supramolecular: Gel Moisturizer untuk Menyamarkan Pori-pori
La Roche-Posay Effaclar Supramolecular Moisturizer adalah moisturizer untuk kulit berminyak dan pori-pori besar. Dengan tekstur gel ringan yang diperkaya Salicylic Acid dan Niacinamide, produk ini menggunakan teknologi Supramolecular yang telah dipatenkan dan hanya dimiliki oleh La Roche-Posay.
Teknologi Supramolecular bekerja melalui mekanisme temporary bonding yang mengikat Salicylic Acid dan Niacinamide agar bekerja secara sinergis, meningkatkan penetrasi Salicylic Acid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kombinasi konvensional, serta struktur nano-sized yang menjangkau pilosebaceous unit atau pusat produksi minyak secara lebih presisi.
Hasilnya, Effaclar Supramolecular membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan 48 jam Matte Hydration, sehingga produksi minyak berlebih lebih terkontrol tanpa mengorbankan hidrasi kulit.
Temukan produk La Roche-Posay di Official Store La Roche-Posay Indonesia di berbagai marketplace ternama maupun drugstore terdekat. Gunakan juga fitur Spotscan+, teknologi analisa kulit online berbasis AI yang membantu memberikan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan kulit Anda.
Referensi:
- Draelos, Z. D., Matsubara, A., & Smiles, K. (2006). The effect of 2% niacinamide on facial sebum production. Journal of Cosmetic and Laser Therapy, 8(2), 96–101.
- Kong, R., et al. (2016). A comparative study of the effects of retinol and retinoic acid on histological, molecular, and clinical properties of human skin. Journal of Cosmetic Dermatology.
- Farris, P., Berson, D., Bhatia, N., Goldberg, D., Lain, E., Mariwalla, K., Zeichner, J., Miller, D., McGuire, T., & Kizoulis, M. (2024). Efficacy and Tolerability of Topical 0.1% Stabilized Bioactive Retinol for Photoaging: A Vehicle-Controlled Integrated Analysis. Journal of drugs in dermatology : JDD, 23(4), 209–215. https://doi.org/10.36849/JDD.8124
- Zhang, X., Zhang, Z., Tao, H., He, X., Hsu, K., Wang, W., Fang, X., & Steel, A. (2023). Comprehensive assessment of the efficacy and safety of a clay mask in oily and acne skin. Skin research and technology : official journal of International Society for Bioengineering and the Skin (ISBS) [and] International Society for Digital Imaging of Skin (ISDIS) [and] International Society for Skin Imaging (ISSI), 29(11), e13513. https://doi.org/10.1111/srt.13513


